Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, telah secara resmi membuka konsulat Malaysia di Melbourne, Australia.
Suasana pada peresmian Konsulat Malaysia di Melbourne. (Credit: ABC)
Menlu Anifah Aman mengatakan, konsulat itu didirikan untuk merespon kebutuhan kira-kira 40,000 warga Malaysia yang bermukim di Melbourne, dan khususnya komunitas pelajar yang berjumlah 8,000.
Upacara pembukaan dituan-rumahi oleh Konsul Jendral Malaysia di Melbourne, Dr Rameez Yahaya, dan dihadiri antara lain oleh Gubernur negara bagian Victoria, Alex Chernov, Menteri Manufaktur, Ekspor dan Perdagangan negara bagian Victoria, Richard Dalla-Riva, Walikota Melbourne, Robert Doyle, dan Komisaris Tinggi Malaysia untuk Australia, Salman Ahmad.
Menlu Anifah mengatakan, ia berharap konsulat itu akan semakin memperkuat hubungan antara Australia dan Malaysia.
Minggu lalu Anifah melangsungkan "pertemuan yang sangat baik" dengan Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, di Malaysia, dimana mereka membahas berbagai masalah, antara lain sengketa wilayah Laut Cina Selatan, kaum Rohingya di Myanmar dan konflik di Suriah dan Palestina.
Keduanya juga meluncurkan Program Pertukaran Pemuda Muslim Australia-Malaysia untuk meningkatkan pemahaman budaya antara kedua negara.
Anifah mengatakan, program ini melengkapi konsep 'Global Movement of Moderates' oleh Malaysia, yang mempromosikan peranan Islam moderat, bukannya membiarkan ekstrimis menguasai "peranan utama".